Organ Penyusun Sistem Organ Ekskresi Atau Sistem Pengeluaran Pada Manusia

Organ Penyusun Sistem Organ Ekskresi Atau Sistem Pengeluaran Pada Manusia – 2 KOMPETENSI DASAR 3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual dan prosedural) dari rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dalam kaitannya dengan fenomena dan kejadian tampak mata 4. Mengolah dan menyajikan dalam ranah konkret (menggunakan, membedah, merakit, memodifikasi dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, berhitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang memiliki kesamaan sudut pandang/teori.

3 KOMPETENSI DASAR 3.9 Menjelaskan struktur dan fungsi sistem ekskresi manusia serta penerapannya dalam pemeliharaan kesehatan diri 4.9 memberikan pendapat (mind map) tentang struktur dan fungsi sistem ekskresi manusia serta penerapannya dalam pemeliharaan kesehatan diri .

Organ Penyusun Sistem Organ Ekskresi Atau Sistem Pengeluaran Pada Manusia

5 TUJUAN PEMBELAJARAN Mengidentifikasi organ-organ yang menyusun sistem ekskresi pada manusia. Memahami struktur dan fungsi organ yang menyusun sistem ekskresi manusia. Menjelaskan proses pembuangan sampah pada sistem ekskresi manusia Memberikan contoh penyakit dan gangguan pada sistem ekskresi manusia Kemampuan memelihara dan merawat organ-organ sistem ekskresi untuk kesehatan diri.

Silabus 9 Smp Ipa Ganjil 17 18

Dalam proses metabolisme, produk limbah diproduksi yang harus dikeluarkan dari tubuh, jika tidak berbahaya bagi tubuh. Proses pembuangan limbah dari tubuh disebut ekskresi. Organ yang terlibat dalam ekskresi adalah kulit, ginjal, hati, dan paru-paru. 1. Kulit

Kulit merupakan organ pelindung yang menutupi seluruh tubuh berupa lapisan yang sangat tipis dan tebalnya hanya beberapa milimeter, terdiri dari tiga lapisan, yaitu epidermis (epidermis), dermis (dermis) dan jaringan subkutan (subkutan). Kulit ari (epidermis). Epidermis tersusun atas tiga lapisan, yaitu 1) stratum korneum (stratum korneum), yaitu lapisan terluar yang terbuat dari jaringan mati yang terdiri dari lapisan sel yang pipih dan sering bersisik. 2) Stratum granulosum (stratum granulosum) terdiri dari sel-sel begranulosa yang pada akhirnya akan mati dan terdorong ke atas untuk menggantikan stratum korneum. Lapisan ini mengandung pigmen melanin, yang memberi warna pada kulit dan melindunginya dari sinar matahari.

3) Stratum germinativum terdiri atas dua lapisan, yaitu lapisan atas (stratum spinosum) yang mengandung sel-sel baru yang berasal dari sel-sel di bawahnya (stratum basal) yang selalu membelah. b. Kulit kulit (dermis) Kulit kulit mengandung 1) pembuluh darah. 2) Kelenjar keringat merupakan saluran yang berpilin dengan dasar yang menggulung, memanjang dari epidermis ke dermis dan dikelilingi oleh pembuluh darah kapiler. 3) Kelenjar sebaceous menghasilkan minyak yang disebut sebum.

4) Ujung saraf sensitif yang terdiri dari sentuhan dingin (sel darah Krusse), sentuhan tekanan (sel darah Pacini), sentuhan panas (sel darah Ruffini), sentuhan taktil (sel darah Meissner) dan sentuhan nyeri. 5) Folikel rambut di bawahnya merupakan pembuluh darah kapiler. C. Jaringan subkutan (subkutan). Jaringan subkutan mengandung jaringan adiposa (adiposa) yang berfungsi untuk menyimpan lemak sebagai cadangan makanan dan untuk menjaga suhu tubuh. Kulit juga berfungsi untuk menahan kuman, mengatur suhu tubuh, dan menahan air agar tidak terlalu banyak.

See also  Pengeluaran Seoul Hari Ini

Rpp Ipa Kelas 8

Ginjal berbentuk seperti biji kacang merah, berjumlah dua buah berwarna merah keunguan, panjangnya sekitar 10 cm dan beratnya sekitar 170 gram dan terletak di rongga perut di depan tulang belakang lumbar, sedangkan posisinya dari kiri. ginjal lebih tinggi dari ginjal kanan.

Ginjal merupakan organ ekskresi yang mengeluarkan sisa metabolisme berupa urin yang mengandung air, urea, dan garam mineral. Ginjal terdiri dari kulit ginjal (korteks), medula ginjal (medula), dan rongga ginjal (panggul).

12 Kulit ginjal Kulit ginjal mengandung nefron, yang jumlahnya sekitar 1 juta, dan fungsinya untuk menyaring darah. Setiap nefron terdiri dari badan Malpighian dan tubulus yang panjang dan berbelit-belit. Tubuh Malpighian terdiri dari glomerulus, serangkaian pembuluh darah kapiler yang melaluinya darah disaring, dan kapsul Bowman yang mengelilingi glomerulus. Tubulus ginjal terdiri dari tubulus proksimal, lengkung Henle, tubulus distal, dan duktus pengumpul. Penyaringan darah untuk membentuk urin melibatkan fase-fase filtrasi (penyaringan), reabsorpsi (reabsorpsi), dan pengumpulan (peningkatan).

Darah yang kaya akan sisa metabolisme masuk ke ginjal melalui arteri renalis (arteri ginjal). Plasma darah dan zat terlarut disaring dari glomerulus di badan Malpighian untuk menghasilkan filtrat glomerulus atau urin primer di mana air, glukosa, asam amino, dan garam mineral selalu ada. 2) Penyerapan (Reabsorpsi). Hampir semua gula, vitamin, asam amino dan air direabsorbsi di tubulus proksimal, zat-zat yang masih dapat digunakan diambil di pembuluh darah di sekitar tubulus. Hasil absorpsi berupa filtrat tubulus atau urin sekunder yang juga mengandung air, garam, urea, dan pigmen empedu yang memberikan warna dan bau pada urin.

Rpp Ipa Sistem Reproduksi +lks

Di tubulus kontortus distal, produk limbah seperti asam urat, ion hidrogen, amonia, dan kreatin ditambahkan ke urin sekunder untuk menjadi urin. Melalui saluran pengumpul, urin masuk ke rongga ginjal, dan kemudian ke kandung kemih melalui ginjal (ureter), dari kandung kemih urin meninggalkan tubuh melalui uretra (uretra). Urine yang diekskresikan oleh ginjal mengandung 95% air dan zat terlarut yaitu urea, asam urat, amoniak, berbagai garam terutama NaCl, zat pewarna empedu, dan zat-zat berlebih dalam darah, seperti vitamin B, C, obat-obatan, dan hormon. .

See also  Sebutkan Penyebab Pengeluaran Pemerintah Menjadi Meningkat

15 3. Hati Hati adalah kelenjar terbesar dalam tubuh, terletak di rongga perut bagian atas tepat di bawah diafragma, beratnya sekitar 2 kg dan berwarna merah. Hati mensekresi empedu sebagai cairan berwarna hijau pahit yang memiliki pH netral, mengandung kolesterol, garam mineral, garam empedu, dan zat warna empedu yang disebut bilirubin dan biliverdin, yang dihasilkan dari pemecahan hemoglobin dalam eritrosit di hati. .

Bakteri usus mengubah pewarna empedu menjadi urobilin coklat kekuningan, yang memberi warna pada feses dan urin. Garam empedu bekerja untuk mengemulsi lemak dalam proses pencernaan. Selain berfungsi sebagai zat ekskretoris, hati memiliki fungsi yang sangat penting bagi tubuh, yaitu sebagai tempat penyimpanan gula (glikogen) dan tempat pembentukan dan perbaikan protein, misalnya protein, albumin, protrombin, fibrinogen dan urea. . . . Tempat di mana sel darah merah (eritrosit) tua yang rusak dipecah menjadi zat besi, globin, dan hemin, yang terurai menjadi bilirubin dan biliverdin. 4. Paru-paru

Selain sebagai organ pernapasan, paru-paru juga berperan sebagai alat ekskresi, mengeluarkan air dan karbon dioksida yang dihasilkan dari respirasi. B. Kelainan dan penyakit pada sistem ekskresi Kelainan dan penyakit pada sistem ekskresi meliputi anuria. glikosuria. hematuria albuminuria. batu ginjal bilirubin. 7. Nefritis glomerulus.

Organ Organ Berikut Yang Merupakan Penyusun Sistem Reproduksi Perempuan Adalah

8. Pielonefritis. 9. Sistitis 10. Nefrosis. 11. Polikistik. 12. Gagal ginjal. C. Sistem ekskresi dan kesehatan Agar kulit dapat berfungsi dengan baik saat berkeringat, permukaan kulit harus bebas dari organisme dan benda non-organik. Agar ginjal dapat berfungsi dengan baik, ginjal harus dijaga dan dirawat dengan tidak menahan kencing, tidak terlalu banyak duduk, tidak mengkonsumsi alkohol dan energi, cukup minum air putih, cukup olahraga dan istirahat, serta makan makanan yang bergizi.

19 Untuk menjaga dan merawat hati agar tetap berfungsi optimal, dapat dilakukan dengan tidak berolahraga dan bekerja secara berlebihan, berusaha menjalani hidup dengan tenang dan tidak tergesa-gesa serta tidak mengkonsumsi alkohol. Fungsi paru-paru dapat dioptimalkan antara lain dengan berolahraga secara teratur, merokok dan menghindari asap rokok, asap industri dan kendaraan bermotor, istirahat yang cukup, serta mengonsumsi makanan yang bergizi tinggi dan halal.

Agar situs web ini berfungsi, kami merekam data pengguna dan membagikannya dengan pemroses. Untuk menggunakan situs web ini, Anda harus menyetujui kebijakan privasi kami, termasuk kebijakan cookie. Tahukah kamu apa itu sistem ekskresi? Sistem ekskresi adalah sistem dalam tubuh yang mempunyai tugas mengolah sisa metabolisme.

Zat-zat yang tidak lagi dibutuhkan tubuh keluar dari tubuh melalui sistem ekskresi. Dalam tubuh manusia tidak ada sistem ekskresi tunggal. Apakah mereka?

See also  Pengeluaran Hk Ntar Malam

Top 9 Sedangkan Jantung Merupakan Organ Penyusun Sistem 2022

Organ utama dari sistem ekskresi manusia adalah ginjal, yang terletak di bagian belakang rongga perut dan di kedua sisi tulang belakang manusia.

Ginjal berwarna coklat kemerahan dengan bentuk yang menyerupai kacang merah. Setiap pria memiliki dua ginjal di tubuhnya.

Fungsi utama ginjal adalah menyaring sisa makanan, obat-obatan, dan racun dari darah. Selain itu, fungsi lain dari ginjal adalah mengatur keseimbangan kadar elektrolit cairan dalam tubuh.

Kulit bukan tanpa alasan termasuk dalam organ ekskresi. Pada kulit manusia terdapat sekitar 3-4 juta kelenjar keringat yang tersebar di seluruh tubuh.

Jenis Jaringan Manusia Dan Masing Masing Fungsinya

Ada dua jenis kelenjar keringat. Jenis pertama adalah kelenjar ekrin yang menempel langsung pada permukaan kulit. Kelenjar ekrin ini dapat menghasilkan keringat yang pekat dengan kandungan lemak.

Jenis berikutnya adalah kelenjar apokrin di folikel rambut yang juga menghasilkan keringat pekat dan mengandung minyak. Kelenjar apokrin ditemukan di kulit kepala dan ketiak.

Meskipun fungsi utama paru-paru adalah organ utama sistem pernapasan, tetapi juga merupakan organ penyusun sistem ekskresi.

Selama respirasi, oksigen didistribusikan ke semua organ dan jaringan. Setelah itu, sel-sel menghasilkan karbon dioksida, produk limbah metabolisme.

Tolong Ya Yang Bisa​

Ketika karbon dioksida menumpuk, itu berbahaya bagi tubuh. Oleh karena itu, saat menghembuskan napas melalui paru-paru, karbon dioksida akan dihembuskan melalui lubang hidung.

Alat ekskresi terakhir dalam tubuh manusia adalah hati. Fungsi hati adalah untuk menghilangkan amonia, produk sisa pemecahan protein yang tidak baik untuk tubuh.

Hati mengubah amonia menjadi urea dan dikeluarkan dari tubuh dengan bantuan ginjal, yaitu urin. Selain itu, hati juga bertanggung jawab untuk membuang racun dan limbah lain dari darah serta membuang sel darah merah yang rusak.

Karena fungsi organ yang menyusun sistem ekskresi adalah untuk mengeluarkan racun, maka ketika salah satu organ mengalami masalah maka akan berdampak penting bagi organisme tersebut. (R10/HR-Online)4 a. pembelahan sel 1. Membran sel 2. Sitoplasma a. retikulum endoplasmaB. Badan GolgiC. Mitokondria 3. Nukleus

Sebutkan Organ Organ Penyusun Sistem Pencernaan​

Tidak ada sel hewan Sel tumbuhan 1 Tidak memiliki dinding sel, hanya memiliki membran sel tipis Memiliki dinding sel dan membran sel Dinding sel terbuat dari selulosa sehingga dindingnya kuat 2 Tidak memiliki plastida Biasanya memiliki plastida terutama kloroplas 3 Mereka tidak memiliki rongga seluler (vakuola), atau bila terdapat banyak vakuola

Leave a Reply

Your email address will not be published.